Mau Tau Cara Traveling dengan Berjalan Kaki yang Menyenangkan?? Baca Disini!

 Traveling dengan Berjalan Kaki

Wisata Jalan Kaki

Selain dengan sepeda, wisata kota juga bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Tentu saja jarak tempuh dan waktu tempuhnya lebih singkat-kecuali memang sudah direncanakan dan diniatkan untuk menempuh jarak sekian jauh dengan berjalan kaki.

Dengan maraknya tur historis atau sejarah keliling kota-kota tua di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang, belakangan wisata jalan kaki kembali diminati Komunitas-komunitas budaya menyelenggarakan wisata jalan kaki keliling kota tua dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer atau sekitar satu sampai tiga jam berjalan kaki.

Peserta dirangkum dalam kelompok-kelompok kecil dengan pemandu jalan.

Tur-tur harian seperti ini laris manis di kalangan muda Indonesia-mungkin karena juga merupakan jawaban dari langkanya ruang publik serta minimnya pilihan kegiatan di kota-kota besar Indonesia yang penuh mal serta plaza modern.

 

Persiapan untuk mengikuti wisata jalan kaki dalam kota dengan pemandu tur seperti ini tidak perlu terlalu serius.

Yang penting, pada Hari-H wisata tubuh kita sehat. Bawa perlengkapan pribadi seperti persediaan air minum, snack (meskipun biasanya harga paket wisata termasuk snack dan makan siang), handuk kecil, topi, uang secukupnya, juga kamera.

Tapi, ingat iuga untuk tidak membawa bawaan terlalu banyak. Kita jalan harus memanggul semua bawaan kita sendiri. Dan meskipun jalan santai, bawaan yang berlebihan pasti membuat kita capek juga.

Traveling dengan Berjalan Kaki

Wisata jalan kaki dengan tur terpandu ini bisa menambah wawasan kita soal sejarah serta pernak-pernik unik tentang kota kita sendiri.

Misalnya wisata sejarah di daerah Kota Tua, Jakarta bisa mengupas cerita soal Kali Besar atau rumah Pat Tek Koan, yang mungkin tidak akan kita ketahui kalau tidak ikut wisata semacam itu.

Mendengar cerita di balik tempat-tempat kuno yang dulunya sibuk sambil memperhatikan langsung lokasi atau bangunannya terasa sangat mengasyikkan.

Dalam kelas berat wisata jalan kaki bisa dipadukan dengan wisata terasa spiritual. Jalur ziarah ke mingtyllon, Santiago de Compostela yang membentang di Prancis sampai ke Spanyol merupakan contohnya.

 

Sejak abad pertengahan, umat Nasrani berjalan kaki (sekarang ini boleh juga dengan naik sepeda, yang penting peziarah harus menggunakan tenaga sendiri sepanjang jalur-jalur ke Santiago de Compostela sebagai silih dosa mereka.

laiur sepanjang sekitar 1.700 kilometer (dari Paris) ini bisa diselesaikan dengan jalan kaki dalam waktu sekitar satu bulan.

Sekarang ini jalur ke Santiago de Compostela dijalani oleh umat berbagai agama.bukan hanya Nasrani. Alasannya tentu saja ingin merasakan pengalaman, sekaligus menikmati keindahan wilayah Prancis Selatan, Pegunungan Pymenia, sampai wilayah utara barat Spanyol. Wisata yang pasti memberi pengalaman yang tak tergantikan oleh apa pun.

Baca Juga Cari Tau! Tips Traveling dengan Bersepeda yang Aman dan Seru, Disini!!

Bila wisata jalan kaki "kelas berat" yang jadi niatan ku kembali riset dan persiapan tidak boleh dilupakan. Riseta jarak dan jalur terbaik yang akan ditempuh.

Persiapan serius dilakukan dengan olahraga beberapa lama sebelum Hari H keberangkatan, untuk membangun tenaga. Perbekalan patut diteliti baik-baik, karena kita tentu tidak bisa membawa beban terlalu berat.

Sepatu yang baik perlu didapatkan jangan sampai sepatu sudah jebol pada hari kedua perjalanan! Dan yang terpenting, percaya pada kemampuan diri serta pasrah pada Yang Di Atas.

 

Artikel Terkait yang Mungkin Anda Suka:
Category: Tips LiburanTags:
No Response

Leave a reply "Mau Tau Cara Traveling dengan Berjalan Kaki yang Menyenangkan?? Baca Disini!"