Ketahui Info Boros kendaraan Untuk Traveling, dan Menanggulanginya!!

366

Info Boros kendaraan Untuk Traveling

Pesawat

Pesawat terbang merupakan penyumbang emisi karbon dioksida (Co2) yang besar

Karbon dioksida merupakan salah satu unsur kimia yang menyumbang terbentuknya efek rumah kaca, yang memicu terjadinya pemanasan global.

Sialnya selain CO2, pesawat juga mengeluarkan beberapa gas buangan lain yang tak kalah beracunnya. Dua kali sial, pesawat melepaskan gas buang ini jauh di atas langit sana, tempat gas tersebut memberi pengaruh yang jauh lebih besar pada atmosfer Bumi daripada kalau dilepaskan lebih dekat ke tanah.

 

Jika memang harus menggunakan pesawat terbang, beberapa cara dapat sedikit mengurangi jejak karbon kita,

antara lain: memilih penerbangan nonstop alias tanpa transit; merencanakan perjalanan dengan bijak misalnya

dengan merencanakan rute sedemikian rupa sehingga Anda hanya perlu menggunakan pesawat ke tujuan terjauh, lalu sedikit demi sedikit bergerak pulang menggunakan alat transportasi lain; memilih penerbangan no-frills dibanding penerbangan full service karena, dengan kursi yang lebih banyak dan minimnya bekal untuk penumpang, Penerbangan no-frills dapat menghemat emisi hingga 35% per penumpang (berdasarkan analisis Liligo.co.uk, situs perbandingan penerbangan).

 

Salah satu hal kecil yang dapat dilakukan untuk "membayar" karbon dioksida yang dilepaskan oleh pesawat terbang yang kita naiki adalah dengan menanam pohon setiap kali kita naik pesawat.

Seperti yang kita ketahui, pohon bisa mengolah CO2 dan mengembalikannya ke alam sebagai oksigen (02), membuat alam makin sejuk dan segar selain membawa banyak manfaat lain.

Di Amerika Serikat, sudah ada organisasi yang mengurusi penanaman pohon ini bagi tiap penumpang pesawat. Penumpang bisa "memesan" pohonnya sekaligus memesan tiket pesawat.

 

Tapi, di Indonesia organisasi sejenis belum ada. Bila bingung menghitung jumlah emisi karbon yang dikeluarkan pesawat dan jumlah pohon yang harus ditanam, kita bisa menitipkan "pohon pesawat" kita bila ada gerakan tanam pohon atau gerakan penghijauan. Atau lebih ringkasnya, tanam saja sebatang pohon di halaman rumah kita setiap kali habis bepergian. Selain jadi peneduh dan penyegar, pohon itu juga bisa jadi pengingat yang bermakna bagi tiap perjalanan kita.

 

Kapal Laut

Kapal laut dianggap salah satu alat transportasi yang ramah lingkungan. Meskipun mengeluarkan emisi karbon yang cukup besar, konsumsi bahan bakar yang tidak terlalu besar dibandingkan banyaknya barang serta orang yang dapat diangkut membuat kapal laut menjadi moda transportasi yang layak diperhitungkan. Selain itu kapal laut ternyata hanya menyumbang sedikit pada jumlah total emisi karbon dioksida dunia, yaitu 1,8% total emisi

karbon dunia (penelitian tahun 1996),

 

Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, mungkin mempergunakan kapal laut sebagai pilihan alat transportasi sangat layak untuk kita pertimbangkan. Masih cukup banyak titik di Tanah Air kita ini yang hanya bisa dijangkau oleh kapal laut. Tetapi memang, bila menggunakan kapal laut untuk pergi dari titik A ke titik B, kita harus meluangkan banyak waktu karena waktu perjalanan kita pun menjadi lebih panjang,

 

Info Borosnya....

Perhatikan bahan bakar yang dikonsumsi tiap-tiap alat transportasi di bawah ini.

kereta api 1.500 penumpang. 3 liter BBM/km                       0,002 liter/orang

kapal laut: 1.500 penumpang,             10 liter BBM/km                     0,006 liter/orang

bus 40 penumpang,                 20 liter BBM/km                     0,012s liter/orang

mobil pribadi 4-6 orang.                      0,1 liter BBM/km        0,02 liter/orang

pesawat 500 penumpang,                    40 liter BBM/km                     0,08 liter/orang

 

Dan yang saya Boroskan Adalah...

Ingin tahu seberapa besar jejakkarbon yang kita tinggalkan selama dalam perjalanan kita? Bisa coba klik www.co2balance.com. Situs ini menghitung emisi karbon per orang yang melakukan perjalanan. Pilihan alat transportasinya jugamencakup perjalanan dengan feri atau kapal laut Iho!

 

Sementara bila ingin mengetahui perbandingan lejak karbon yang dilasilkan sehingga kita bisa memilih alat transportasi yang lebih ramah lingkungan, kita bisa klik http://www.transportdirect.com/Web2/journey PlanningJourneyEmissions Compare aspx.

 

Info Perjalanan di Indonesia

Mari kita lihat jejak karbon yang ditinggalkan kendaraan kita dalam perjalanan di Indonesia.

Emisi co2 jika menggunakan mobil dengan mesin sedang (1.420 L) antarkota di Pulau lawa:

lakarta-Surabaya           (662,4 km):          0,14 ton

lakarta Semarang (403,4 km):          0,09 ton

Jakarta-Bandung           (114,1 km):          0,03 ton

Emisi co2 jika menggunakan mobil dengan mesin bensin besar (di atas 2.000 l) antarkota di Pulau lawa:

lakarta-Surabaya           (662,4 km):          0,20 ton

Jakarta-Semarang          (403,4 km):          0,12 ton

Jakarta-Bandung           (114,1 km):          0,03 ton

 

Emisi CO2 jika menggunakan pesawat di Pulau Jawa (sekali jalan)

Jakarta-Surabaya                    (662,4 km)  0,25 ton

Jakarta-Semarang          (403,4 km)  0,15 ton

Jakarta-Bandung           (114,1 km):          0,05 ton

 

Artikel Terkait yang Mungkin Anda Suka:
Category: Tips LiburanTags:
No Response

Leave a reply "Ketahui Info Boros kendaraan Untuk Traveling, dan Menanggulanginya!!"